Anarkisme dan fanatisme suporter sepak bola
Ya… ya… Film dengan judul Romeo dan juliet versi sepak bola Indonesia, memang bisa dijadikan gambaran nyata dari dunia sepak bola Indonesia. Film yang mengisahkan anarkisme yang brutal yang disebabkan rasa fanatik berlebihan terhadap klub sepak bola oleh bobotoh viking bandung dan the jekmania jakarta memang bukan sekedar kisah film saja, tapi ini memang ada di kenyataan. Belum lama ini saja seorang suporter bonek mania surabaya menjadi korban karena terjatuh dari atap kereta api dalam pejalanan untuk melihat tim kesayangannya bermain. Memang tidak ada yang salah, kita fanatik terhadap sesuatu. tapi bila sebuah fanatik yang berlebih akan menimbulkan rasa gengsi. Apalagi bila rasa fanatik itu dimiliki oleh sebuah masa yang berjumlah besar, ini bisa saja menjadi sebuah mesin penghancur apa saja yang ada didepannya bisa disulut oleh api amarah.
Saya sendiri suka nonton sepak bola, meski tidak langsung di lapangan. bahkan saya bisa berteriak-teriak sendiri dikamar ketika terjadi peluang gol. Tapi saya miris dan sedih bila sebuah pertandingan sepak bola yang di dukung suporter fanatiknya ricuh, ini cermin bahwa dunia sepak bola Indonesia masih harus banyak belajar lagi tentang fair play,baik dari pemain, wasit, dan serta para pendukung setianya. Bila tidak, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan batal menjadi tuan rumah piala dunia 2022.
Fanatisme adalah sebuah keadaan di mana seseorang atau kelompok yang menganut sebuah paham, baik politik, agama, kebudayaan atau apapun saja dengan cara berlebihan (membabi buta) sehingga berakibat kurang baik, bahkan cenderung menimbulkan perseteruan dan konflik serius.. karena saking fanatiknya the jak akan bilang “bila dibelah dada ini maka akan keluar darah orange“, bobotoh dan aremania akan bilang darahnya berwarna “biru“, dan bonek mania akan keluar darah warna “hijau“. ya itulah contoh bagaimana perumpamaan sebuah kefanatikan yang sudah mendarah daging. rasa bahagia yang meluap bila tim kesayanganya menang berlaga, atau sebaliknya akan timbul rasa amarah, kecewa, menangis, bahkan mengamuk bila tim kesayangannya kalah. Oleh karena itu kita harus punya sifat fair play untuk menangkal kegembiraan yang berlebihan, ataupun kekecewaan yang berakhir dengan kebruntalan.
Untuk saat ini memang banyak media yang masih mengabarkan dengan berita miring kepada suporter dari Persebaya Surabaya yang menamakan dirinya Bonek mania. Ini bukan tidak beralasan kenapa media selalu mengabarkan negatif. dalam setiap laga persebaya dimanapun, pasti suporter ini berulah. bahkan Forum Wartawan Surakarta (F-WTS) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Solo menggelar aksi protes terhadap tindakan anarkisme Bonek. Ini dilakukan karena ada oknum bonek yang memukul wartawan dan akan menjarah kameranya.
Diperlukan koordinasi dan kesadaran tinggi akan fair play semua pihak untuk menghentikan anarkisme para suporter persebaya dan suporter-suporter semua klub sepak bola yang ada di Indonesia ini, baik dari aparat kemanan, penyelenggara pertandingan, pemerintah setempat, koordinator wilayah masing-masing daerah asal suporter, dan klub itu sendiri. Sehingga dengan begitu tidak akan ada lagi yang namanya mengambil batu saat para suporter turun di stasiun untuk melempari rumah warga, dan sederet kejadian kelam yang terjadi hanya karena sebuah bola
.
Referensi : suaramerdeka, wikipedia







pertamaxxxxxxxx
hidup bonexxxxxxxxx………
hm..memang sangar-sangar wes… hehee
aku ndukung persepon aja ah.
@Dawam Multazam
, sek to… mang enek?
Hidoep Persepon!
foto anakismenya mana
kok adanya foto cewek (doh)
Kadang fanatismenya kelewatan…
Orang yg nggak ngerti apa2 dibalang watu…
Yah,
Bonek mah sampai kapan tahun jg susah kali ngurusnya
aku dukung yang merah, kuning, dan hijau, semuanya !!!
sepakbola jangan sampai dijadikan ajang anarkis…
tapi cantik tuch suporternya hehe
mampirrrrr
Bonek GAJE!!!
Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC
bubarkan saja klub sepakbolanya bila suporternya gak bisa diatur
Benci banget kalo maen bola masih pake jurus kungfu, kan lebih enak pake thaichi biar diliatnya enak. bener ga bro…..?
udah pada gila semua
kalau mau menang terus sih ending maen PS aja! hehehehe… ini bukti bahwa pengganguran masih tinggi angkanya. klau orang ada kerjaan sih enggak bakalan kayak gini … dasar …
tapi saya teteup: HIDUP PERSIB! (tanpa anarkis tentunya
)
sungguh sedih ketika saya mendengarkan berita fanatisme sepak bola dalam seprekan terakhir ini, mas arif, khususnya yang berkaitan dengan aksi saudara2 kita yang pakai tagline bondho nekad alias bnoek itu. semoga aksi2 kekerasan yang kurang menguntungkan semacam itu bisa segera tertuntaskan, utk kemudian beralih menjadi supporter yang mencerahkan buat tim kesayangannya.
kalo udah massa ngeri soalnya gak tau apa2 tau2nya kepala bocor..
wah..iya sering rusuh.Kasihan tuh yg cewek ikut2an..
mentalnya jadi gimana gitu..
saya cuma blogger baru bukan supporter
kalo gitu sekarang Liga Indonesia dipindah ke Winning Eleven aja kali ya
Kunjungan perdana…
Salam kenal…
biyuh ndelok hot keyworde mumet sak harat-harat… hohohooh…
kenapa setiap tim yang mereka bela kalah pasti selalu terjadi kerusuhan usai pertandingan???
mungkin seporter tim indonesia belum bisa mencontoh seporter – seporter di luar negeri seperti inggris atau di italy..
tapi dukung terus persepakbolaan indonesia..
Jakmania Ampe Mati…!!!!!!
(no comment)
JAKMANIA Love Persija Always, Forever, Never, Everyting….!!!