Anonimitas

internet-dog-cartoonSudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dunia maya adalah dunia yang sangat luas akan segala informasi. Apapun dan siapapun bisa dicari inormasinya dalam internet. Dunia informasi yang berbasis internet adalah layaknya rimba raya. Bahkan ada yang bilang “ketika kita chating, kita juga tidak tahu bila bahwa lawan kita seekor anjing pun”. Semua bisa bilang, berargumen, berpendapat, beropini tentang suatu topik. Tapi semua kecanggihan teknologi ini harus kita sikapi secara bijak, dalam artian saya juga tidak menyalahkan yang anoname ataupun yang tidak anoname. Pada intinya saya hanya ingin mengulas tentang anoname pada tulis menulis diblog.

Kadang ada juga ketika seorang blogger yang menamakan blognya dengan nama kucing kesayangnya dan sebagainya. Atau seorang menulis artikel disuatu komunitas jurnalist atau apalah, tapi dia tidak mau menunjukkan identitasnya karena supaya tidak keluar ego dalam dirinya. Selanjutnya entah blogger, entah bukan, menulis komentar disuatu postingan dengan menunjukan alamat email maupun weblog fiktif. ya semua adalah bebas berbicara pada intinya, tapi kadang saya tidak suka suatu komentar ataupun tulisan yang masuk dalam shoutbox serta komentar dalam postingan yang identitasnya anoname, dan tulisanya terkesan ngawur. Ya bolehlah saya bilang itu adalah pengecut alias pecundang sejati, karena berani lempar batu sembunyi tangan. Takut akan di cari-cari. Ya itu memang itu adalah hak kita semua, mau anoname atau tidak, tapi pada intinya adalah rasa bertanggung jawab atas tulisannya.

Saya sendiri pernah punya pengalaman buruk tentang menulis suatu forum yang waktu itu masih belum tahu apa-apa tentang tata krama di forum tersebut. dan mulai dari situlah saya mulai berhati-hati dalam melangkah. Pernah juga ketika saya mendapatkan cacian dalam shutbox di salah satu blog yang saya kelola, yang pada saat itu saya masih bisa menerima dan bersabar dengan menghapus kata-kata pedasnya sang anoname satu-satu. Tapi lama-kelamaan tidak berkurang, malah bertambah parah, maka terpaksa shutboxnya saya stop dulu, dan menggantinya dengan sebuah puisi yang berjudul Pecundang.

Dan setelah saya bertemu dengan sobat-sobat blogger di Solo kemarin, dan setelah sharing-sharing tentang perkembangan blog di nusantara. Bahwasanya dengan ngeblog, blog bisa dijadikan sebuah CV atau curiculum vitae seseorang. Maka tidak heran juga blog juga mencantumkan identitas lengkap empunya blog tersebut dan keahliannya, dan memang agar semua orang tahu akan keahliannya. Nah mulai dari situlah kita tahu bedanya.

16 thoughts on “Anonimitas”

Leave a Reply