Sudah beberapa bulan terakhir ini, saya mencoba mencari solusi lain selain menjadi online publisher, yaitu mencoba menjadi online seller. Ya karena menjadi online publisher selalu berhadapan dengan kuatnya terpaan badai google yang sulit diterka, kadang hempasanya begitu sangat menyakitkan. Sehingga sayapun mencoba cari pemasukan lain yakni menjual barang secara online.
Banyak cerita, banyak pengalaman selama menjalankannya, dan dalam postingan ini saya mencoba berbagi cerita dan uneg-uneg. Ok kita mulai dari positifnya :
Sukanya :
- Persaingan lebih sedikit, bukan tidak ada saingan ketika kita berjualan barang secara online. hanya saja kita tidak perlu capek-capek ke tukang sablon buat cetak banner yang di pasang diperempatan, kita tinggal memainkan jurus SEOnya saja, dan memenangkan keyword dari kompetitor kita.
- Negara ini luas, persebaran barang yang dibutuhkan di setiap daerah belum merata. Apalagi daerah terpencil yang jauh dari perkotaan. Nah disini kita bisa memainkan harga (bukan berarti membuat harga seenaknya, tapi sewajarnya saja). dengan harga yang masih wajar, yakinlah meski barang kita mahal sedikit dari kompetitor kita pasti akan tetap dikejar calon pembeli.
- Biaya operasional lumayan terjangkau. Bila usaha masih kecil-kecilan, kita tidak perlu menyewa orang lain untuk menjaga toko online kita. Cukup menunggu depan monitor dan menunggu dering HP.
- Sambil jualan sambil menambah relasi. Semakin banyak customer, maka semakin banyak kenalan. Apalagi barang yang kita julan adalah barang yang merupakan barang koleksi atau peralatan penunjang hobi.
Dukanya :
- Kalau sistem transaksinya masih memakain SMS, konsumen banyak tanya. pulsa boros, beli barang satu biji tanya jawabnya satu meter lebih
- Harus sabar memberi pengertian. Kadang calon pembeli itu ragu, takut, kalau ditipu. itu memang sudah hal wajar dalam dunia jual beli online, cari kesepakatan yang sama-sama menguntungkan.
- Dituduh menipu, dengan alasan barang yang dipesan tidak kunjung tiba ke tangan pembeli. Sebenarnya buka menipu, tapi barang yang dikirim masih dijalan, entah macet, atau kurirnya ada halangan dijalan, ataupun terselip di kantor jasa pengiriman.
- salah hitung ongkos kirim. Pernah saya alami, untungnya cuma seribu dua ribu. Jadi harus teliti menentukan ongkos kirim biar tidak rugi.
- Hanya dapat OMDO, yaitu omong doang, jadi begini. si calon pembeli cuma bilang kalau pesan barang ini itu, setelah ditotal dan di beri kesepakatan harga dan paket sudah siap dikirim, eh ternyata tidak bayar-bayar. Untung barang belum dikirim.
Ya itulah sedikit gambaran bagaimana suka duka yang saya rasakan ketika menjalankan jualan barang secara online. Ya mungkin dari pengalaman diatas bisa dijadikan kesimpulan tips bagaimana menjalan usaha berjualan barang secara online.
Read more…
Categories: Diary, Internet, Know how, Trik-trik Tags: barang, bungkus, calon, duka, fast, jual, kemas, online, paket, pembeli, promosi, respon, suka, tips, toko
Coba kita adakan survei kecil-kecilan kebeberapa orang pengguna internet, kita tanya “ketika buka internet yang pertama kali di buka email atau facebook?”, pasti saya jamin facebook. Mungkin buka email hanya saat buat register facebook buat konfirmasi
. Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa facebook seperti layaknya darahnya manusia yang selalu mengalir, begitu juga arus informasi yang berjalan di facebook juga sangat luar biasa cepatnya.
Entah itu dari status sekedar kata “ach…”, sampai status curhatan yang panjang lebar selalu menghiasi wall facebook kita. Kadang kita malas balas status meskipun status tersebut mulai nilai bobot lebih, mungkin kata-kata bijak, berupa fakta, ataupun lainnya kita hanya pencet tombol tulisan suka atau like di bawah status, kemudian akan keluar gambar jempol. ya ini merupakan salah satu apresiasi terhadap pembuat statusnya.
kadang kala saya juga pernah dengar, bahwa ada lomba banyak-banyakan like, dalam hati saya berkata “wah lomba apaan ini hehe”, tapi tidak ada salahnya juga
. “like” pada facebook menurut saya memang sangat fenomenal. What?!, kenapa fenomenal?, ya karena dari sebuak klik “like” terutama yang ada di sebuah fans page, karena bisa memperluas dan mempercepat laju informasi. pandangan “like” facebook menurut saya :
- Sebagai tanda suka kita terhadap suatu status, karena statusnya berisi kata-kata atau kalimat yang patut di acungi jempol.
- Sebagai pengejek, kenapa begitu?, jika kita klik tombol like di status seseorang saya rasa bukan jempol keatas yang di berikan, tapi malah seakan-akan kita memberikan jempol terbalik, ketika memberikan “like” pada status seseorang yang isinya sedang terkena musibah.
- Sebagai penggalang massa, masih ingat tentang gerakan sejuta facebooker dukung KPK dulu?, ya itu adalah salah satu contohnya bagaimana kekuatan “like” bisa menggalang massa yang luar biasa banyaknya.
- Sebagai tanda ke-artisan kita
, kalau kita bikin fans page pribadi dan ternyata banyak yang tekan tombol “like”, berarti kita punya fans banyak. (siapkan pena buat tanda tangan)
- Sebagai penyebar informasi, ketika kita browsing mencari informasi tertentu dan kemudian menemukan di suatu website, kemudian pada awal artikel atau akhir artikel disediakan tanda jempol, jika kita klik tombol tersebut maka secara otomatis artikel yang kita baca barusan akan ter-share pada profil facebook.
Itulah “like” versi saya, mungkin anda mau menambahkan lagi?
, intinya jempol ini memang buka sekedar isapan jempol belaka, tergantung pemakaian hehe. yang penting jempol kaki tidak cantengan
.
Foursquare, yak situs jejaring ini adalah berbasis lokasi. Foursquare terintegrasi dengan google maps, sehingga kita bisa mengabarkan kepada siapapun teman kita dimana kita berada. layanan situs jejaring ini sangat cocok bagi anda yang sering berpindah-pindah tempat ketika bekerja, atau mobilitas yang tinggi.
Selain itu yang membuat seru di foursquare adalah fitur badge, yakni semacam reward. Reward akan kita dapatkan bila kita check-in dibeberapa tempat yang berbeda ataupun pada tempat-tempat tertentu. Selain bagde, juga terdapat fitur mayorship. Fitur mayor juga sering dijadikan ajang rebutan bagi para pengguna foursquare, karena dengan menjadi mayor di disuatu tempat, maka gengsi seseorang akan naik.
Foursquare juga bisa dikoneksikan dengan twitter dan facebook, sehingga bila kita update lokasi dimana berada di foursquare, maka otomatis akun twitter dan facebook kita juga ikut update. Sebenarnya layanan foursquare mirip dengan koprol, hanya saja yang membedakan, foursquare ada fitur badge dan google maps lengkap.
Saya sendiri masih baru dalam menggunakan layanan foursquare ini, jadi koleksi badge yang saya miliki belum begitu banyak
, kalau ingin lihat profil foursquare saya bisa klik disini
, dan bila berkenan silahkan add as friend
. Dan dibawah ini adalah list badge foursquare dan bagaimana cara mendapatkannya
.
Read more…
Categories: Adventure, Internet, Know how Tags: badge, chcek-in, fitur, foursquare, lokasi, maps, mayor, mayorship, mobile, unlock
Anda punya profil facebook atau twitter?, tentunya sudah pasti dan mayoritas jawabannya adalah “iya punya”. Contoh saja, saya punya akun di Linkedin, nah tentunya sudah barang pasti punya alamat URL profil tersebut, yakni di www.linkedin.com/in/arifudin. Tentunya kita tidak hanya punya satu profil online saja, biasanya punya lebih dari satu, atau bahkan bisa mencapai puluhan akun profil online.

Nah disini saya akan mengajak pembaca semua untuk sedikit membahas mengenai tempat yang paling cocok untuk koleksi alamat profil online atau yang lebih dikenal dengan sebutan keren ID online. Di DandyID.org kita bisa memasukkan semua alamat ID profil kita dan menampilkan secara rapi, sehingga akan mudah dicari bila sewaktu-waktu membutuhkan. Dan apabila di DandyID.org belum ada alamat dimana kita punya akun tempat ID profil online, kita juga bisa menambahkannya (tapi saya rasa tidak), karena disana sudah sangat lengkap. Karena sudah suport sebanyak 330 social networks, wow luar biasa bukan?
.
Lalu kenapa kita harus menampilkan semua akun profil online kita?, (mungkin ada yang bertanya). Karena menurut saya, kalau nama kita semakin banyak dimedia, maka secara tidak langsung itu akan menjadi alat branding diri kita. Orang lain akan semakin mudah menghubungi kita, apalagi kalau kita memang punya profesi sebagai freelancer. Itu sangat membantu sekali, orang lain akan mengetahui kita, dimana kita, apa saja yang kita lakukan. Nah disinilah mungkin orang akan melihat tingkah laku kita didunia online.
Read more…
Bagi saya sosial media adalah media paling cepat diantara media-media lainnya dalam penyebaran sebuah informasi. Tak ada sebuah filter yang terlalu ketat dan semua orang bisa menyebarkan semua informasi kapanpun dan dimanapun. Itulah keberadaan sosial media. bahkan kekuatan sosial bisa lebih besar, karena bisa menggalang massa dengan waktu yang cepat. Selain itu untuk perkembangan dunia bisnis, keberadaan facebook sebagai salah satu sosial media terbesar penggunannya di negara Indonesia setelah Amerika (versi checkfacebook.com), sangat luar biasa dampaknya. Yang semua para penjual barang online berjualan harus punya minimal sebuah website yang dijadikan sebagai sebuah etalasenya, maka dengan keberadaan sosial media, siapapun bisa berjualan hanya dengan modal akun facebook.
Selain itu, sebuah perusahaan besar juga menggunakan situs jejaring untuk membangun citra perusaahan, biasanya dengan menggunakan sebuah fans page facebook dan akun twitter resmi sebagai penyebaran informasi perkembangan sebuah perusahaan. Jadi sekarang sebuah website resmi hanya dijadikan informasi pokok tentang sebuah perusahaan, dan informasi tentang perkembangannya bisa diupdate hanya lewat situs jejaring.
Kembali ke masalah jualan online. Ada yang bilang bahwa prospek jualan sesuatu lewat situs jejaring mempunyai prospek yang sangat bagus, karena apa?, ya saat ini banyak orang bahkan setiap orang membuka situs jejaring meski hanya dari media ponsel. Jadi tidak heran, penjualan online yang hanya modal akun facebook dan sebuah foto barang yang akan dijual bisa laku keras dari pada yang dijual di website toko online. Karena sebuah website belum tentu dikunjungi orang tiap hari, kalau belum mempunyai brand dan SEO yang bagus.
Seorang artis yang punya follower hampir jutaan di akun twitternya, bisa menggalang dana dari setiap followernya hanya dengan menggunakan kata-kata ajakan di tweetnya. Bayangkan saja bila setiap follower menyumbang uang Rp. 1000 saja kali satu juta, kan jumlahnya sudah lumayan. Selain itu banyak pengguna twitter aktif, me-retweet ulang tweet yang dianggap penting, misal “warga pengungsi merapi membutuhkan bantuan selimut dan bahan makanan pokok, donasi bisa dilakukan no rekening blabla”, jadi pada kesimpulannya kecepatan informasi pada sosial media begitu mainstream, begitu luar biasa kecepatannya.
Read more…
Recent Comments