Diary kepanasan

Ya cerita ini sebenarnya sudah agak lama, tapi tidak ada salahnya untuk mengisi postingan. Cerita ini juga akan ada kaitannya kegiatan saka wanabakti Ponorogo dalam mengikuti apel siaga kebakaran hutan di saradan Madiun yang dilaksakanan sebelum puasa kemarin, atau berita lengkapnya bisa langsung klik disini.

Begini ceritanya, ketika jam masih menunjukkan pukul 4 pagi, Handphone saya berbunyi padahal saya masih terlelap dalam dinginnya pagi, dan ternyata ada sms dari ketua dewan wanabakti Ponorogo, dan memberi perintah saya agar ikut dalam apel yang akan dilaksanakan di Madiun. karena agak ragu dan malas ngetik balas sms akhirnya saya telpon untuk menanyakan lebih detail. dan kemudian akhirnya saya meng-iyakan untuk ikut, mesti pakaian seragam pramuka saya ada yang tidak lengkap.

Sayapun segera cepat-cepat untuk mandi, meski dinginnya pagi menusuk tulang 😆 , dan tepat jam 6 pagi saya tiba disanggar Wanabakti ponorogo dengan pakaian pramuka yang saya bungkus lagi dengan jaket untuk menahan dinginnya pagi. disana para bapak-bapak dari POLHUT (polisi hutan) juga sudah berkumpul yang akan berangkat bersama dengan teman-teman Wanabakti Ponorogo.

Jam setengah 7 akhirnya berangkat dengan menggunakan kendaraan truk milik perhutani menuju perhutani madiun. sampai perhutani madiun kami ganti kendaraan dengan mobil rescue, sekalian diberi sarapan oleh pihak perhutani yaitu makanan khas Madiun, nasi pecel. sambil menuju lokasi apel, kami makan pagi di mobil. dan akhirnya sekitar jam 8 tiba dilokasi apel di saradan madiun.

Sesampainya di lokasi kami langsung tanda tangan sebagai anda ikut serta dalam apel siaga tersebut, sekitar jam 9 pagi apel pun dimulai dengan pembina upacara Bapak Gubernur Jawa timur Soekarwo. Apel diikuti oleh seluruh jajaran perhutani dan POLHUT se-jawa timur berlangsung lancar meski suasana panas gersang hutan begitu menyengat kulit saya. dalam apel tersebut juga ditampilkan simulasi pemadaman kebakaran hutan oleh bapak-bapak dari POLHUT.

Setelah prosesi apel siaga kebakaran hutan jatim 2009 selesai, tidak lupa saya dan teman-teman dari saka Wanabakti Ponorogo ikut merekam percakapan antara bapak Gubernur dengan para wartawan, dan yang ditunjuk untuk maju adalah saya (doh) 😆 , ya langsung saja saya sodorkan kedepan HP nokia 3500c kedepan bapak gubernur seperti wartawan yang lain (intinya saya seperti wartawan :mrgreen: ). selesai diwawancarai oleh wartawan, ketua dewan saka wanabakti Ponorogo yakni kak Eko Purnomo meminta kepada bapak gubernur jatim untuk mengabadikan gambar alias foto bersama.

Selesai foto bersama, saya dan teman-teman haus karena udara di hutan saradan sangat panas menyengat, akhirnya kami mancari snack disebelah tenda. Setelah perut terisi, persiapan pulang kembali dengan mobil rescue. sampai di perhutani Madiun kami kembali ganti kendaraan untuk pulang kembali ke Ponorogo. panas menyengat membuat kepala pusing dan akhirnya saya hanya bisa duduk diatas bak truk. Sesampainya disanggar wanabakti Ponorogo sekitar jam 12 siang, saya langsung pulang dan sampai dirumah akhirnya saya tergeletak sakit selama 3 hari :( .

Itulah sedikit cerita saya dalam kegiatan saka Wanabakti Ponorogo dalam ikut serta apel siaga kebakaran hutan Jawa timur 2009 😉 .

** Untuk foto-foto lainnya bisa dilihat disini.

21 thoughts on “Diary kepanasan”

Leave a Reply