Home > Blogging, Diary, Know how > Hak prerogatif blogger

Hak prerogatif blogger

setiap pagi setelah membuka mata dari mimpi, yang saya lakukan adalah meraih HP, ya aktifitas wajib bagi saya, cek email, update plurk, twitter, facebook, dan cek blog. Dan ternyata pagi kemarin ada sebuah komentar diblog saya yang membuat saya tersenyum simpul. Dan biar tidak penasaran terhadap apa isi komentar dari seseorang tersebut, inilah komentarnya :

Blognya bagus tapi banyak iklan penjual mimpi!!
gara-gara 300 perak aja pemilik blog ini rela blognya diacak-acak iklan gak jelas!!!
Sebenarnya apa tujuan anda ngeblog?????

;) he..he.. kemudian saya garuk-garuk kepala sambil tersenyum, wah ternyata ada yang mengakui blog saya bagus ya :lol: (narsis abis). what!? iklan penjual mimpi?!, sambil saya kucek-kucek mata (wah ternyata sudah tidak sedang bermimpi), 300 perak?, ya cukup buat beli permen 3 biji. Kemudian gumam dalam hati “yang punya blog kan saya, kenapa kok yang repot situ?”. Ntah itu mau saya acak-acak, mau diburamkan sekalian biar tidak bisa dibuka, atau saya hapus dari index google?, ya suka-suka sayalah “gitu ajah kok repot?”.

aktifitas ngeblog adalah aktifitas bebas sebebas-bebasnya, asal tidak menyalahi aturan, tata krama, dan bla-bla banyak sekali. bagi saya, blog adalah istanaku, dan saya adalah raja diraja atas blog yang saya kelola. mau saya bentuk apapun, dengan dana sebesar apapun, dan untuk apapun itu adalah “hak prerogratif blogger“. jadi tidak ada kata yang mengatur blogger :mrgreen: , “blogger kok diatur” kan sudah bisa mengatur sendiri.

kalau untuk masalah niat, ya memang niat saya ngeblog adalah belajar aktualisasi diri dan belajar menulis dan jurnalis, serta belajar menjadi wartawan kecil-kecilan yang biasa meliput berita yang dapat anda tonton beritanya melalui blog-blog saya  ;)

sumber gambar : inilah.com


Masukkan email anda untuk berlangganan artikel dari arifudin dot Net

  1. April 8th, 2010 at 02:14 | #1

    komentar yang menohok sekali :)
    sabar sob :)

  2. April 8th, 2010 at 08:15 | #2

    ya saya setuju sama ungkapan … “Blogger Kok di Atur”,he …

  3. April 8th, 2010 at 10:23 | #3

    Wah. . . Setuju mas. . Hak masing2 tapi kalo aku masieh belum masang iklan ini itu. . . Hahay

  4. April 9th, 2010 at 07:21 | #4

    terserah yg punya blog dunk, kan bukan kita yg ngejual mimpi

  5. April 9th, 2010 at 09:55 | #5

    setuju. yang punya blog kan kita bukan dia yg berkomentar. kita ngeblog kan mempunyai tujuan masing-masing, jadi kalau tidak suka dengan blog orang lain ya tidak usah di kunungi. gitu aja kok repot (haha)

  6. April 9th, 2010 at 11:29 | #6

    Setuju kalau isi komentarnya seperti diatas, namun apabila katanya bisa lebih sopan bisa dipertimbangkan dahulu, mana yang baik dan mana yang buruk, sekedar pendapat aja nih maz,,, Be Succes!

  7. April 9th, 2010 at 11:47 | #7

    300 lama lama bisa jadi 3000, 30.000, 300.000, bahkan 3.000.000

  8. April 10th, 2010 at 02:53 | #8

    kok usil sekali yah..saat kita udah dewasa, kita nggak sepatutnya menggurui orang lain, kalo gak suka ya gak usah berkunjung saja..buat saya itu udah cukup dewasa.

  9. April 10th, 2010 at 17:14 | #9

    tenang saja, mas arif. 300 perak kalau ngumpul kan jadi banyak juga toh? belajar nulis lewat blog sambil dapat duwit, apa salahnya?

  10. April 11th, 2010 at 09:33 | #10

    semua itu kan kembali ke niatan kita, ya lo kok?karena bagaimanapun ngeblog pastinya jug abutuh dana, jadi ya gak ada salahnya si pasang iklan….

  11. April 12th, 2010 at 05:21 | #11

    wkwkwkwwk, bener-bener mas, di blogku jg banyak iklan, dan sering di olok-olokin, tp ya namanya orrang syirik

  12. April 14th, 2010 at 13:41 | #12

    Imelnya dia pasti valid kan? Imelin aja, n tawarin dia berani bayar berapa buat pertahankan blog ini tetap eksis. ;)

    ~ iklan penjual mimpi juga gapapa, yang penting bukan pop-up n pop-under

  13. April 14th, 2010 at 19:07 | #13

    titik2 gak popo, kenek ge mbayar domhost ngko :D

  14. April 19th, 2010 at 08:38 | #14

    klo dipikir2 bener juga sih gara2 iklan design jadi ancur.. tapi kembali pada masing2 orangnya

  15. April 19th, 2010 at 13:14 | #15

    wkwkkwkwkwkwk…..ada iklan gak ada iklan…maju terus pantang mundur bro…

  16. April 19th, 2010 at 15:03 | #16

    aku yo sering mas, dihina bina masalah harga vectoranku, katanya gitu aja kok mbayar 50 ribu, hahahahah… saya tantang deh dia buat vector tidak saya bayar, mau nggak dia? hahaha…

  17. April 21st, 2010 at 09:36 | #17

    Setuju mas. Yang bayar domain+hosting ya kita, yang nulis ya kita, yang ngutak-ngatik kita juga.. ya sangat wajar sekali kalo blog itu seraturus persen hak nya yang punya blog. Kalau ga suka ga usah dikunjungin juga gpp

  18. April 21st, 2010 at 14:46 | #18

    bener! hak kita semua nech. . kalo ada haknya, ada kewajibannya ndak?

  19. April 24th, 2010 at 00:58 | #19

    menurut saya, komentatornya itu yg tidak bisa menjaga omongan..hehe

  20. April 27th, 2010 at 04:02 | #20

    Biarin aja sich…mo pada ngomongin apa mereka….yg jelas…HIDUP BLOGER!!!

  21. June 2nd, 2010 at 19:47 | #21

    Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua….. Emang sih… Kebanyakan iklan sekarang hanya penjual mimpi… tapi gak masalah… namanya juga nyari rejeki dan usaha…. aal jangan iklan penjual XXX aja. :)

  22. June 13th, 2010 at 02:02 | #22

    mampir sejenak untuk mengunjungi sahabat, maaf sudah lama tidak berkunjung….. betul mas, kitakan raja diraja diistana blog, ya jgn diatur lha…. :jempol:

  23. July 6th, 2010 at 07:53 | #23

    ya………………….. saya setuju mas……………………

  24. July 6th, 2010 at 07:54 | #24

    terimakasih

  25. January 25th, 2012 at 03:27 | #25

    The majority of of the opinions on this particular blog site dont make sense.

  26. January 28th, 2012 at 04:52 | #26

    Have you considered adding some social bookmarking links to these blogs. At the very least for myspace.

  27. January 29th, 2012 at 16:38 | #27

    Is it fine to insert a portion of this in my personal website if I publish a reference to this website?

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
  1. No trackbacks yet.