Haruskah aku benci kampusku?

Saya bukan seorang aktivis kampus, bukan pula seorang mahasiswa yang sering ikut demo-demo, serta bukan pula seorang kritikus-kritikus yang seperti tikus. Tapi saya hanya ingin belajar untuk mendapatkan sebuah secerca cahaya masa depan sebagai amanat orang tua yang telah menggelontorkan berjuta-juta biaya untuk mempercayai saya agar belajar dengan tekun. Orang tua seorang lulusan SD, tidak muluk-muluk amat cita-citanya terhadap anaknya, ya mereka hanya menginginkan anaknya lebih baik darinya.

Tidak!, saya tidak boleh membencimu wahai kampusku. Ya, dari dulu memang janjimu berkilau sekilau emas, tapi benang yang kusutlah sepertinya saya dapat menggambarkannya. saya menulis ini bukan marah atau apa, tapi hanya sebuah diary yang seperti gunung merapi yang sudah dibibir puncak untuk menumpahkan lavanya. Tidak sedikit para sobat yang mengeluh dan mengaduh, uang terbuang sia-sia hanya untuk sebuah urusan kecil karena jadwal yang diundur karena setitik urusan kecil entah besar yang dijadikan alasan, padahal mereka sendiri yang buat jadwal sekali lagi bukan kita. Kerjaan juga terhambat bagi mahasisawa yang sambil kerja. Kadang dalam hati saya tak mampu berkata lagi, apakah harus menunggu sang dewi fortuna muncul.

Tidak!, saya tidak boleh membencinya. walau kadang apa kati hati berontak selalu muncul dan muncul. Saya kembali bersemangat lagi ketika sekelibat SMS masuk ke HP saya yang berbunyi : “Dimanapun, kapanpun, yang namanya mahasiswa tetaplah sebagai agen perubahan. Jadi ketika satu kebijakan itu nantinya tidak membawa kemaslhatan bersama, disitu peran mahasiswa harus ditegakkan. Dosen ataupun akedemik serta pelayan mahasiswa, karena mereka kita bayar. kalau mahasiswanya udah tahu kebijakan seenaknya dewe, ga’ menguntungkan, tapi diem aja, hanya buat forum dibelakang, ga’ ada show n forcenya, ya sudah yang merasa punya otoritas tinggi akan semakin menekan yang dibawah”. Tidak tahu lagi, saya menahan nafas dan berkata fu*k!.

Tahu tapi tidak mau tahu. ya itulah yang sering digembar-gemborkan dalam forum sebelah. Entah forum itu akan bertahan sampai kapan, yang sebenarnya sebuah forum yang notabene untuk belajar sharing, malah dijadikan ajang lempar-lemparan kritik karena memang banyak akan tidak puas, dan tidak tahu lagi harus kemana lagi mereka mencurahkan unek-uneknya. hufh… “bersabarlah anakku, lanjutkan perdjoeanganmu, belajar yang rajin, tidak usah macem-macem”. Itulah kata-kata yang selalu menjadi penyemangat saya walau, yah harus bersabar he..he..

Perdjoeangan dari berbagai sisi sudah dilakukan oleh sobat semua, malah dianggap provokator he..he.. jadi ngakak saya. dan saya berdo’a, semoga badai keresehan ini segera berakhir dan belajar lagi dengan tenang. Dan site nya segera sembuh dari under contruction yang sudah lama terbengkalai.

gambar : diambil dari Google

28 thoughts on “Haruskah aku benci kampusku?”

  1. Yah, agen perubahan sih agen perubahan, tp jgn tong kosong dong. Klo cuma jagonya koar-koar tp ga bisa berbuat yg benar-2 ada hasilnya ya sama saja.

    Boleh protes, but teteplah kuliah yg benar, jgn jd sombong & anarkis. Dan jangan lupa, harus sering2 liburan… biar ga stress… **kasian amat mahasiswa udah stress…….. gimana klo da kerja? :)

    zee’s last blog post..Rugi Bandar

  2. Mengubah itu gak harus dengan konfrontasi langsung,kecewa dengan sebuah sistem maka kita harus masuk ke sistem tersebut dan merubahnya dari dalam… bagaimana cara kita masuk ke sistem itu? ya harus mennyelaraskan otak kita agar bisa menyusup masuk ke jaringan sistem tersebut, lha kalo cuma waton turun ke jalan tereak2 plus bakar2an aja yo malah membuang2 energi dengan percuma…

    tukang nggunem’s last blog post..Misteri Tokai

  3. :jedug: Bener banget mas, sejelek atau seburuk apapun itu tetep Kampus kita. Kalo kita dah gak sayang kampus makin jadi apa kampus kita nanti? Untuk Jadwal KRSan tadi Pagi saya dapat SMS dari salah satu teman kita Bahwa Untuk Jurusan TI dengan Dosen Wali Bu Titan Dilaksanakan Mulai tanggal 23 s/d 25 Bulan Ini. Oke Salam kenal Juga Buat semua Penggemar Arifudin.net 😀

  4. Ternyata tidak hanya saya dendiri yang mengalami halseperti ini… tapi mas kalo menurutku (Mungkin benar mungkin salah) bagaimanapun keadaannya kita harus terima coz kita dah masukdalam sistem, yaitu sistem yang ada di tempat dimana kita kuliah tersebut… Baik atau buruknya sistem ya sudah… Yang penting adalah jangan sampai kita ikut terbawa arus yang jelek… itu ajah sech… hehehe

    Frenavit Putra’s last blog post..Nonton Film kambing Jantan

  5. Wis gag usah macem-macem, Sekolah yo sekolah ben ndag cepet Lulus.

    Buktine aku koq yo cepet Lulus ra macem-macem trus dapat kerjaan.

    Wis lah semoga sukses. Jangan terjebak rayuan dan ajakan teman yang menyesatkan. Ingat alumnimu PPWS.

    :mlorok:

    arqu3fiq’s last blog post..Ponari Beraksi Lagi

  6. Kampus adl tempat ribuan ie, unek2 dan semangat bertemu dan berkembang. Tergantung masing2 sosok mau dikemanakan itu otak. Ikut arus atau ikut pendirian. Ujung2nya sama kalo lulus ya nyari makan dimana fase ini hampir dipaksa untuk menghapus segala idealisme demi urusan kesejahteraan hidup. So…selamat mendewasakan ide (otak), hehehhe…..

    Masnur’s last blog post..Kebanggaanku-titipanMu

Leave a Reply