Haruskan densus 88 mengatasi LPG?
Ya judul diatas memang sedikit mengelitik, haruskah polisi yang biasanya memberantas teroris ini juga harus mengatasi ledakan demi ledakan LPJ yang selalu menghantui warga setiap hari?. kalau dipikir apa bedanya ledakan LPJ dengan ledakan yang ditimbulkan dari bom para teroris?, sama saja, semua dapat menimbulkan jatuhnya korban fisik maupun korban jiwa. Bedanya cuma kalau bom terosris korbannya banyak secara berjamaah
, dan kalau gas LPG korbannya satu sampai dua korban tapi setiap hari meledak.
Setiap hari berita LPJ meledak sudah menjadi berita biasa, tidak aneh didengar. Yang aneh adalah iklan sosialisasi penggunaan gas LPG yang aman dari pihak yang mengeluarkan tabung gas LPG sangat jarang masuk TV. Andai saja ada yang bisa menelusuri biang keladi bom waktu gas LPG ini sesigap densus 88 dalam meringkus para teroris mungkin korban LPG tidak akan ada lagi.
Kalau warga yang tinggal didesa masih enak, masih bisa menggunakan tungku pawon untuk masak setiap hari dengan menggunakan kayu bakar yang bisa diambil dari pekarangan sekitar, tapi kalau warga yang tinggal dikota, pemukiman padat, yang nyaris tak ada lahan kosong, pasti tidak ada pilihan lain untuk memasak selain menggunakan gas LPJ. Tidak ada pilihan, mau pakai minyak tanah sulit dicari, kalau ada pun harganya selangit, pakai gas LPJ yang harganya terjangkau tapi bertaruh nyawa
.
Jadi ibaratnya warga yang menggunakan gas LPJ seperti bermain-main dengan bom, yang setiap saat bisa meledak. jadi saya pikir, kenapa pemerintah tidak menurunkan densus 88 saja yang ahli menangani bom, kan LPJ layaknya seperti bom waktu
.







pertamax…
besok2 lagi, pasti teroris menggunakan tabung elpiji untuk aksinya…
harusnya satpol keple aja, suruh ngemplok…
lak mrotoli engko untune
yah……,memang beginilah carut marut negeri ini.terlalu memaksakan sesuatu yang belum mampu ditangani,
sungguh ironis, mas arif, banyak rakyat yang harus jadi korban justru karena kebijakan pemerintahnya sendiri. doh, piye jal!
Untung saya hidupnya di desa, banyak alternatif yang bisa digunakan.
Kalo untuk saat ini ancaman teror tabung ijo itu masih lebih mengerikan dari ancaman teroris yang sebenarnya..lha kalo pemerintah menawarkan solusi tapi rakyat harus keluar uang lagi yo berarti podho wae lah..pancen urip nang Indonesia ki semakin sulit/dipersulit saja..
Kalo urusan elpiji,,, kasi ke tim gegana saja… mungkin ini ada unsur terorisnya sob
Kita harus waspada.. hehehe
mugo2 slamet
hehehe, butuh banyak anggota baru tuh densus 88 nya (thinking)
jadi ingat karikatur di jawapos, tabung 3kg-an jadi media peledak teroris karena lebih mudah prosesnya tapi daya ledaknya lebih terjamin.
yah, apapun itu, aku yakin pemerintah asunesia tak sepintar kita.
perlu dibentuk tim baru densus 89 misalnya, biar indonesia banyak sekali tim ‘ampuh’.. (sebelum meledak mending pakai kayu bakar
)