Jalan-jalan ke bukit kecil

Setelah selesai UTS yang begitu melelahkan, saya putuskan pulang kekampung halaman untuk liburan hari raya Idul Adha tahun ini, soalnya Idul Adha kemarin tidak dirumah. sambil melepas kangen sama do’i juga ambil perbekalan anak kost tentunya. he..he.. :mrgreen: Suntuk dirumah terus, saya dan teman saya maz David mencoba petualangan kecil alias mbolang (bocah ilang) lagi seperti kemarin. kami mbolang hanya disekitar kota reyog saja, yang tidak memakan biaya dan waktu banyak. intinya dengan modal bensin satu liter yang barusan kemarin turun dapat menikmati alam Indonesia ini dari atas gunung kecil. Ya tepatnya kami mencoba mendaki bukit kecil yang namanya saya sendiri juga kurang begitu tahu namanya, tapi diatas bukit kecil tersebut terdapat sebuah batu besar, dan diatas batu besar itu terdapat sebuah bekas tapak kaki besar, yang konon menurut cerita penduduk setempat adalah tapak kaki Bima. Tapi saya juga kurang begitu yakin, tapi ya inilah kebesaran Ilahi Rabbi. :tob: Top marko tob dech.

Bukit kecil tersebut tepatnya berada didesa Grogol kecamatan Sawoo Ponorogo, yang kalau ditempuh dengan sepeda motor dari kota Ponorogo menelan waktu kurang lebih setengah jam. Perjalanan kami diiringi kupu-kupu yang berterbangan kesana-kemari yang menambah indahnya alam yang hijau. Kurang lebih 15 menit perjalanan dengan jalan kaki dari rumah penduduk akhirnya sampailah kami dipuncak bukit tersebut dengan mandi keringat. Untuk melihat bekas tapak kaki kiri raksasa itu sangat sulit, karena berada tepat diatas batu besar, kami terpaksa beraksi layaknya sang pemanjat tebing profesional. Dan yup!, dari atas sana kita dapat melihat hamparan luas pemandangan kota reyog yang membentang.

Disana kami juga belajar menerapkan Prinsip Leave no trace yang pernah saya singgung pada postingan kemarin. Ya tidak bisa dibohongi lagi, bahwa kami juga masih saja tetap menemukan bekas-nekas jejak manusia yang seharusnya tidak kita lakukan demi menjaga alam ini. :sliweran: :ngacir:

Decak kagumku selalu terucap “wow indahnya”

24 thoughts on “Jalan-jalan ke bukit kecil”

  1. weh anak sawooo to?
    kok ngak ngajak ngajak kemaren?

    @@ Marsudiyanto : yup pak :)
    @@ Arul : iya ini narsis sudah ntingkat aku 😆
    @@ Ardi : naik pohonnya sudah kemarin waktu metik jambu :)
    @@ Septian : hayo.. main ke POnorogo maz, kalu UTS nya belum cek nilai lagi
    @@ Suwung : yup salam kenal maz :)

Leave a Reply