Home > Know how > Legenda Gunung Bayangkaki dan asal mula petilasan kumbul di Desa Sawoo

Legenda Gunung Bayangkaki dan asal mula petilasan kumbul di Desa Sawoo

April 17th, 2009 Leave a comment Go to comments

Cerita ini adalah cerita asal-usul gunung bayangkaki dan petilasan Kumbul yang ada di kecamatan Sawoo Ponorogo yang saya kutip dari sebuah buku yang berjudul  “Mengenal Potensi dan Dinamika Ponorogo” 1993, dan gambar saya ambil dari google earth yang tampak dari atas. Semoga cerita ini dapat menambah wawasan kita tentang sejarah asal-usul suatu daerah dan tempat. Selamat membaca.”

Alkisah, seorang pengembara bernama Eyang Kalipo Kusumo dari keraton Kartasura mengadakan perjalanan ke wilayah timur, disertai beberapa orang pengikutnya. Setelah beberapa saat mengembara di wilayah timur, beliau timbul hasrat untu melaksanakan semedi di wilayah pegunungan. Dari sekian banyak gunung yang berada di wilayah timur, Eyang Kalipo Kusumo tertarik dengan sebentuk gunung yang agak aneh. Yakni, bentuknya selalu jika dilihat dari sudut pandang yang berlainan. Maka berangkatlah Eyang Kalipo Kusumo bersama pengikutnya ke gunung tersebut.

Di suatu tempat, Kalipo Kusumo beristirahat. Sesekali lagi beliau memandang gunung itu, namun kali ini dengan pandangan yang tajam (mandeng, bahasa jawa). Dari peristiwa tersebut, tempat beristirahat itu kemudian diberi nama Ngindeng, yang kini dikenal dengan nama DESA NGINDENG.

Gunung bayangkaki tampak dari atas

Gunung bayangkaki tampak dari atas

Setelah beristirahat sejenak, Kalipo Kusumo meneruskan perjalanan mendaki gunung. Namun belum sampai tujuan, beliau tidak kuat lagi berjalan. Oleh ketiga pengikutnya, yakni Hadi Ronggo, Hadi Mulyo dan Hadi Dumeling, Kalipo Kusumo pun dibayang (digotong) menuju ke sebuah gua dilereng gunung. Di gua itulah Kalipo Kusumo melaksanakan semedinya, dan sekaligus menghabiskan sisa umurnya. Pada ketiga orang pengikutnya, Kalipo Kusumo berpesan, agar kelak dimakamkan di puncak gunung tersebut. Ketika kalipo Kusumo wafat, ketiga orang pengikutnya lalu menuruti wasiat terakhir gurunya. Perjalanan membawa jenazah Kalipo Kusumo itu cukup berat. Dengan kondisi jalan setapak dan lereng yang terjal, mereka membawa jenazah dengan cara dibayang antara kakai dan kepala jenazah. Dan peristiwa tersebut gunung itu kemudian diberi nama GUNUNG BAYANGKAKI.

Sedangkan petilasan Sunan kumbul yang terdapat di desa Sawoo bermula dari huru-hara di Keraton Kartasura. Penguasa Kaerasura pada waktu itu, Eyang Suseno merasa terpojok karena tak mampu mengembalikan hutang pada bangsa Cina. Suseno mempunyai kebiasaan yang buruk, yakni gemar menghisap candu yang diperolehnya dengan cara hutang kepada bangsa Cina. Makin lama hutang itu makin membengkak. Bahkan bangsa Cina menuntut sebagian tanah keraton untuk pengembalian hutang.

Dalam keadaan terdesak, Suseno melarikan diri kearah timur untuk mencari saudaranya, Kalipo Kusumo, yang sedang pergi mengembara. Singkat cerita kedua orang bersaudara itu bertemu digoa tempta pertapaan Kalipo Kusumo. Dalam pertemuan itu Suseno menceritakan semua persoalannya, bahkan mengharap agar Kalipo Kusumo segera pulang ke Kartasura, menggantikan kedudukannya sebagai raja. Namun Kalipo Kusumo tidak bersedia menuruti permintaan Suseno sebab ia merasa hanya putra dari ibu selir. Untuk menolong saudaranya, Kalipo Kusumo pun menyuruh Suseno bertapa di bawah pohon besar sebelah barat daya gunung itu.

Ternyata pohon besar yang dimaksud itu adalah pohon sawo. Oleh Suseno, tempat bertapa itu kemudian diberi nama Sawo, yang kini dikenal DESA SAWOO.

Maka mulailah penguasa Kartasura itu bertapa di bawah pohon sawo besar itu. Setelah beberapa waktu lamanya bertapa, permohonan Suseno terkabul. Keanehan lain terjadi, tempat yang diduduki Suseno untuk bersemedi, ternyata tanahnya timbul ke permukaan (numbul, bahasa jawa). Sejak itu Suseno mendapat julukan sunan Kumbul, sedangkan bekas tempat semedinya dinamakan Petilasan Sunan Kumbul.**


Masukkan email anda untuk berlangganan artikel dari arifudin dot Net

  1. April 18th, 2009 at 00:05 | #1

    :pray: sejarah yang memukau..sekarang ini sangat jarang sekali orang2 yang mau mempelajari sejarah seperti ini.. JOSS TNAN Kang..!!

  2. April 18th, 2009 at 00:17 | #2

    jaman SMP saya pernah hiking di sana. stikernya juga masih nempel di pintu kamar

  3. April 18th, 2009 at 04:57 | #3

    kok gak pernah baca di buku sejarah aq….

  4. April 18th, 2009 at 07:38 | #4

    Sekitar 15 tahun yang lalu, Gunung Bhayangkaki adalah wilayah harianku dalam rangka “golek manuk” :D
    ternyata gitu to, kisahnya..

  5. April 18th, 2009 at 09:06 | #5

    Sejarah yang berbau spriritual dulu nih, sep2… suka aku.

  6. April 18th, 2009 at 09:53 | #6

    :ngelamun: ooo baru tahu saya gan kalau ada gunung bayang kaki. salam kenal gan

  7. April 18th, 2009 at 10:00 | #7

    wah keren euy
    sejarah yang terlupakan

  8. April 18th, 2009 at 10:26 | #8

    baru ngerti ceritanya, sejarah yang terabadikan,dlm sebuah postingan.:tob:

  9. April 18th, 2009 at 10:53 | #9

    sejarah memaang selalu menarik menurutku :hore:

  10. April 18th, 2009 at 11:29 | #10

    Wooo..gitu toh sejarah nya….mantap nih Mas..kalo ada sejarah perang dong biar lebih seru..heheheh :evillaugh:

  11. April 18th, 2009 at 12:18 | #11

    apik kang…..

    lanjutkan :)

  12. April 18th, 2009 at 13:22 | #12

    wuih…., dapet pelajaran sejarah juja di sini…:ngelamun:

  13. April 18th, 2009 at 14:03 | #13

    baru tau nih
    kapan2 maen kesana

  14. April 18th, 2009 at 14:27 | #14

    mantap OM

    sejarah jarang orang yg mau mempelajarinya

  15. April 18th, 2009 at 22:07 | #15

    Bayangkaki, belum pernah kesana…

    :mlorok:

  16. April 18th, 2009 at 22:36 | #16

    casual cutie baru tau sejarahnya. baru tau juga ada gunung yang namanya bayangkaki. casual cutie blm pernah kesana

  17. April 23rd, 2009 at 13:51 | #17

    Berarti memang benar tiap gunung, danau, desa, pasti ada sejarahnya, even katanya legenda… tp bisa jadi benar :D

  18. April 23rd, 2009 at 19:35 | #18

    kalau sampeyan ke sana, saya ikut ya kang.. hehehe…

  19. November 10th, 2009 at 05:51 | #19

    wah2…. q tonggone mbayangkaki tapi ra ngerti sejarahe…..

Buy and Sell text links

  1. No trackbacks yet.