Nge-Joomla VS nge-Jombloo

Emm… apa sih maksudnya?, he..he.. pada tulisan ini hanya ingin menerangkan kata-kata judul diatas, yang dalam pengucapannya dimulut adalah hampir-hampir sama hanya saja tentunya mempunyai arti atau makna yang berbeda. Sudah empat hari lamanya saya tidak nulis postingan sejak jalan-jalan kemarin karena sibuk ngeplurk dan mencoba hal baru he..he..

Pertama joomla. Joomla menurut wikipedia Indonesia adalah Sistem manajemen konten (SMK atau CMS) yang bebas dan terbuka (free opensource) ditulis menggunakan PHP dan basisdata MySQL untuk keperluan di internet maupun intranet. Joomla pertamakali dirilis dengan versi 1.0.0. Fitur-fitur Joomla! diantaranya adalah sistem caching untuk peningkatan performansi, RSS, blogs, poling, dll. Joomla! menggunakan lisensi GPL. Sedang kata joomla sendiri berasal dari kata Swahili yang mengandung arti “kebersamaan”. Nah dari pengertian tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa nge-Joomla adalah  aktivitas yang mana seseorang yang ngotak-ngatik CMS untuk sesuai keperluannya, dan sekarang yang paling banyak adalah untuk pembuatan web berbasis CMS.

Sedangkan nge-Jomblo adalah (waduw, kok ga’ ada ya nyari pengertiannya hiks) suatu keadaan dimana seseorang sendiri. Dan menurut info yang saya cari ilmu yang mempelajarinya namanya Jomblology. Jomblology adalah ilmu yang membahas tentang jomblo. Dalam bahasa latin “jomblus” artinya satu, sendiri atau single. Jomblology mempelajari sifat, kebiasaan, karakteristik, kelebihan, dan kekurangan berbagai tipe jomblo. Nah disini kita dapat menyimpulkan bahwa jomblo adalah jikalau kita sedang dalam keadaan sendiri tanpa pasangan, tanpa pacar, tanpa suami atau istri dan sebagainya.

Kemudian yang nge-joomla VS nge-Jomblo?. Pada hakekatnya semua sesuatu jika dilakukan secara berlebihan maka timbul ketidak harmonisan. Kebanyakan ngutek-ngutek joomla, ada SMS dari orang yang disayangi karena keasyikan lupa tidak membalas, berantem, putus akhirnya jomblo dech. itu salah satu contoh saja he..he.. Dan begitu juga sebaliknya nge-jomblo terlalu lama juga tidak baik, bila sudah mampu dalam segala aspek, maka dianjurkan untuk segera mencari pasangan dan menikah he..he..

Baik mana antara nge-joomla dan nge-jomblo?, jawabnya tergantung sesuai dengan kebutuhan. Nge-joomla lakukan jika kita lagi dapat job atau sudah dikejar dead line, atau hanya sekedar untuk belajar. Sedangkan nge-jomblo baik dilakukan untuk menenangkan hati kita dikala kita sedang gundah karena sesuatu (menyendiri) he..he.. Mungkin cukup sekian ulasan yang saya rasa tidak nyambung ini he..he.. tapi pada intinya sesuatu bila dilakukan dengan PETIS (kunci sukses), maka akan terasa manis hasilnya.**

21 thoughts on “Nge-Joomla VS nge-Jombloo”

  1. gimana mo nge-joomla, nge-wpress aja bikin cangcut gue mlorot.
    aduh… susah banget upload plugins via hape bikin pulsa gue cepet cekak.
    mana pluginnya gagal fungsi lagi.
    T.T
    kek na ku lebih pantas pake blogspot.

  2. selama ini saya hanya friendly dg engine wordpress, mas arif. joomla babar blas ndak mudheng. makanya, saya menolak ketika diminta seorang teman ngoprek web berbasis joomla. ttg jomblo, mas arfi sendiri gimana? masih betahkah? hehe ….

Leave a Reply