Nuansa Bening

saat pikiran dikepala penuh dengan kejenuhan, kita perlu menjernihkannya sejenak untuk dapat mendapatkan ide-ide lagi. Begitu pula yang saya alami, mati gaya seperti iklan salah satu kartu seluler. Pikiran kosong, galau, melayang, tak terkendali. Saya juga minta maaf kepada sobat blogger, karena beberapa saat yang lalu, blog saya sedang mati gaya, karena saya sendiri juga tidak tahu kenapa, bingung, malas, benci, akan segala hiruk-pikuk. (terima kasih pak Sawali sudah mengingatkan saya )

Para caleg yang stres, yang tidak bisa membuat email, sehingga menjadi sebuah anonimitas dan segala tetek bengeknya. Tertawa dalam tangis, tangis dalam senyum (nah gila wekekeke). Sudah saatnya kita basuh muka kita dengan beningnya air yang murni, kemudian kita hadapkan semua kepadaNya. Blog semi hijau ini adalah diary bagi saya, “coretan hati dan pikiran”. Semoga dengan mendengarkan lagu ini dapat mengurangi mati gaya. Yup!, Vidi Aldiano, Nuansa bening.

Oh, tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja…

Waktu perkenalan terjalin sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu

Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan
Oh, tiada kejutan pesona diri

Pertama kujabat jemari tanganmu
Biasa saja…
Masa perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi
Dirimu nuansa-nuansa ilham
Hamparan laut tiada bertepi

Reff :
Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat
Akan ku kembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku
Menatap nuansa-nuansa bening
Tulusnya doa bercinta

Download file mp3 Vidi Aldiano, Nuansa bening

30 thoughts on “Nuansa Bening”

Leave a Reply