Senja disamping pagar istana Ponorogo
Sore hari yang cerah, hari yang sudah lelah. ini dia saatnya meluangkan waktu sejenak untuk menikmati taman kota alon-alon Ponorogo. Meski dompet tidak tebel, tapi cukup untuk beli pentol goreng yang banyak berjejer disekeliling alon-alon. Rp. dapat 10 tusuk lengkap dengan sausnya. Emm.. nyummi… Sambil duduk deket patung singa yang katanta bisa mengaung bila bisa mendengar adzan, tapi sayangnya tidak bisa mendengar
. Memandang gedung kebanggaan kota Ponorogo yang menjulang tinggi yang mencakar langit Ponorogo.
Duduk lesehan dirumput disamping pagar istana Ponorogo sambil menikmati pentol goreng dan bercanda dengan orang yang disayangi. Sesekali pasangan muda yang sedang menyuapi buah hatinya yang sangat bahagia dengan suasana senja. Musisi bertato juga tak mau ketinggalan dengan gitar kecilnya untuk mengais receh demi sebatang rokok kadang juga menghibur, tapi kadang juga mengesalkan.
ya itulah gambaran saat saya jalan-jalan di taman alon-alon Ponorogo yang kini terdapat pagar istana Ponorogo-nya. Tapi pagar yang ini tidaklah menghabiskan dana hampir 2,2 M seperti pagar istana negara. Mungkin pagar istana ini segaja dibuat oleh pemkab Ponorogo untuk meminimalisir kerusakan taman kota yang sering terinjak-injak saat even-even tertentu, seperti malam tahun baru, suro’an dan lain sebagainya yang sering dijadikan warga untuk duduk lesehan diatas rumput yang rapi.
Beberapa bulan lagi Ponorogo akan mengadakan pesta demokrasi rakyat, yakni Pilkada Ponorogo. Pasti semua warga Ponorogo tidak terkecuali saya berharap siapapun nanti yang akan menjadi pemimpin Ponorogo kedepan bisa lebih baik dari sekarang, dan juga bisa benar-benar bisa membawa Ponorogo menjadi menjadi kota maju dalam budaya, kota wisata yang bagus, kota santri yang dapat melahirkan generasi terbaik, kota yang maju akan olah raganya, serta kota multi digital
.







gambar sunset e endi?
Pemandangan dipantai. . . Eh dialon2 ponorogo. . . . Yah pengamen jalanan bertato! Kentrung buntung paleng . . . Pilkada po! Sukses!
Di kota saya nggak ada gedung semegah itu Mas…
Selamat menikmati Sari Penthol ya…
enak tuh !!
wah…, marai pengen muleh wae….
senja…
kangen dengan suasana alun-alun di sore hari nich
wah mas,,lek nek prapatan Balong di bangun koyo ngono kwi,,lak yo muantep….
wah kapan cah ngumpul bareng nang alon2 ponorogo? kangen ikih, ojo sibuk ngurusi dolar thok ae taaaaa hekekek
Mbesuk nak wes ndwe anak tak jak dolan rono eee
Kenikmatan luar biasa yang wajib disyukuri.
Thanks infonya
saya kangen kampung saya yang dipinggir pantai itu..banyak tukang bakso yang jualan
Menuju Ponorogo Mukti Wibowo…
dalam tempo 2hari jika Linkku tdk terpasang otomatis link anda juga saya hapus
emangnya itu istana ya kisana???
kok saya nyebutnya rumah kebesaran AE 1 PO…
Ngabuburit bukan di bulan puasa ya mas!
chayo trus buat ponorogo. .
kangen ponorogo akuuuu
pengen ikut kopdar…
Blognya bagus tapi banyak iklan penjual mimpi!!
gara-gara 300 perak aja pemilik blog ini rela blognya diacak-acak iklan gak jelas!!!
Sebenarnya apa tujuan anda ngeblog?????