Perjalanan koneksi ngeblog saya memang seperti tangga, naik-naik dan naik, dan semoga tidak turun. Akhir-akhir ini saya memang tidur habis shubuh terus, karena memang pada jam-jam malam saja lah koneksi saya bisa memadai untuk mengejar setoran. Tapi mulai sekarang gaya itu mungkin akan sedikit saya kurangi, karena koneksi saya sudah naik pangkat lagi hihi…
.
Ya sudah lama saya mengidam-idamkan koneksi ini, tabungan pun tidak kelar-kelar karena selalu habis duluan untuk belanja sana sini, terutama pulsa hihi… Tapi setelah bertekat, dan menanamkan cita-cita “bahwa saya bisa memilikinya dengan kerja keras!”. Dan akhirnya setelah kurang lebih satu setengah bulan, kerja keras itu lumayanlah bisa buat beli modem baru “High speed USB modem Smart AC 2726”
.

Dan sekarang yang ada dalam pikiran saya adalah, “Saya harus bisa mendapatkan dua kali lipat, dari koneksi yang ada” hihi… ach mungkin terlalu berlebihan. Tapi yang pasti, sesuatu itu memang harus dengan kerja keras bila ingin mendapatkannya (baru nyadar cari uang itu susah
). Perjalanan seorang Arifudin dot net = Blogger warnet, blogger klesotan, blogger smart, nah yang terakhir ini tidak tahu apa namanya hihi… mungkin yang terakhir nanti jadi blogger rumahan saja
.
Saya adalah sepetak tanah yang bertempat dikota besar yang dihimpit oleh gedung-gedung tinggi. Tidak banyak yang menempati saya kecuali rumput-rumput hijau serta ilalang yang tumbuh karena suka padaku, dan memang hanya pada dirikulah mereka bisa tersenyum bahagia, karena tidak ada tempat lain untuk tumbuh. Tanah disekitarku sudah hampir tertutup oleh adonan semen semua, sehingga hanya dirikulah yang saat ini bisa memberikan kehidupan kepada para pembuat oksigen ini
.
Tuanku sendiri sudah lama meninggalkanku. meninggalkan untuk bersama rumah besarnya dikota lain. Letakku sebenarnya tidak terlalu strategis, tapi karena aku berada dikota, maka tiap hari banyak orang yang lewat disampingku. Berangkat bekerja, kuliyah, berdagang kepasar dan lain-lain. Sehingga tidak heran jika tiang listrik yang tertancap padaku, banyak dipasangi poster dan banner kecil-kecil untuk promosi barang. Aku pernah bertanya pada tiang listrik tersebut, “Hey tiang listrik, kamu sekarang punya dua profesi ya?, wah… makin laris dunk
” , dan si tiang listrik menjawab, “Laris apanya, poster dan banner yang menempel padaku, mereka seperti tumbuhan liar yang mengotori tubuhku, dan itupun tidak ada yang memberi bayaran
“.
Aku pun terdiam dan merenung. Benar juga kata tiang listrik. Selama ini tanah diperkotaan kalau ditinggal oleh yang punya, sering digunakan sebagai tempat membuang sampah. Jadi mana yang lebih baik?, apakah kotor karena banyak kertas banner dan poster yang sampai menutupi badanku atau bau sampah rumah tangga?
.
Sebenarnya aku bisa laku ratusan juta atau bahkan milyaran permeter bila tuanku menjualku. dengan SHM nya, apalagi dengan daya tariku yang terletak ditempat yang strategis ini. tapi mungkin tuanku sudah senang dengan gelimangan harta yang telah dimilikinya. Tapi tuanku masih sayang padaku, ungkapan itu diwujudkan dengan memberiku papan yang terbuat dari kayu dan bertulis “Dilarang buang sampah dilokasi ini“. Sedikit lega rasanya, meski hanya sebuah papan yang tak berarti, tapi dengan papan itu aku bisa sedikit lega dari bau sampah yang dibuang padaku.
Read more…
Categories: Diary, Know how Tags: harga, jual, kisah, lokasi, sampah, sepetak, SHM, spam, strategis, tanah
Ketika lebaran tiba biasanya daya kumsumsi masyarakat akan pakaian baru meningkat drastis, baik sekedar sandal, baju, celana, atau sekedar kaos oblong. Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa suasana lebaran identik dengan yang baru-baru (asal bukan pacar baru
). Dan omong-omong masalah tentang sandal, sandal memang banyak jenisnya, mulai dari sepatu sandal, sandal slop, sandal jepit, sandal khusus untuk pria, dan sandal untuk wanita.
kalau kita menelusuri tentang pengertian dari sandal atau sendal adalah salah satu model alas kaki yang terbuka pada bagian jari kaki atau tumit pemakainya. Bagian alas (sol) dihubungkan dengan tali atau sabuk yang berfungsi sebagai penjepit (penahan) di bagian jari, punggung kaki, atau pergelangan kaki agar sandal tidak terlepas dari kaki pemakainya. Sandal dengan penutup di bagian punggung dan jemari, tetapi terbuka di bagian tumit dan pergelangan kaki disebut selop
Dilihat dari sejarahnya Asal kata sandal adalah sandalion (bahasa Yunani) yang diserap ke dalam bahasa Latin (sandalium), bahasa Perancis (sandale), dan seterusnya. Sandal bermula dari alas kaki orang Yunani dan Romawi kuno. Pada waktu itu, sol dibuat dari gabus, sedangkan bagian penutup dibuat dari kulit yang disatukan dengan bagian alas dengan cara menjahitnya. Bagian jari kaki dibiarkan terbuka, dan dilengkapi dengan sabuk atau tali agar tidak terlepas dari kaki pemakai. Pada perkembangannya, pendeta Katolik mengenakan kaus kaki dengan bordir yang disebut sandal.

Dan penggunaan sandal pun sangat beragam, mulai dari sandal yang khusus buat ke WC, sandal yang digunakan untuk di lantai, sandal untuk jalan-jalan dan masih banyak lagi. Dan yang paling penting fungsi dari sandal adalah sebagai alas kaki bukan sebagai alas tangan he..he..
. harga sandalpun bervariasi, mulai dari lima ribu rupiah sampai ratusan ribu, tergantung dari jenis bahan dan merk.
Read more…
Recent Comments