Archive
Perjalananku dengan KotaReyog.Com
Sungguh panjang perjalanan saya soal ngeblog, dari yang tidak tahu tentang apa itu blog dan bagaimana cara menulis di blog, sampai sekarang juga masih terasa ada yang kurang saja (karena sifat manusia yang tidak pernah puas). Beruntung juga akhirnya saya diajak gabung dengan komunitas blogger warok Ponorogo yang nota bene adalah komunitas yang sebagai wadah tempat berkumpul para blogger Ponorogo, tempat saya bisa lebih banyak belajar tentang ngeblog. Dan dengan website Kotareyog.com yang dimilikinya pula banyak yang tahu tentang keberadaan Ponorogo dari seluruh antero negeri. Baik dari segi budayanya yang terkenal akan tari reyog-nya, pariwisatanya, perkembangan dunia informasinya dan sebagainya.

Dan sekarang blogger warok Ponorogo hampir berusia satu tahun, ya memang masih sangat muda, seperti anggotanya. Dan kini kotareyog.com mempunyai 310 Posts, 6292 Comments (diakses pada jam 08.30 wib, senen 20 juli 2009). Dan dari segi website kotareyog.com pun juga banyak memiliki kendala, mulai dari kerusakan blog engine, carut marutnya theme, dan masih banyak lagi yang bisa dijadikan pelajaran berharga. Solid dan percaya diri adalah modal dasar untuk menghadapi semua kendala tersebut.
Saya sendiri pada awalnya ngeblog yang paling enak adalah memakai blogspot, karena wordpress bagi saya waktu itu kurang begitu familiar bagi saya, dan setelah terbentuk komunitas blogger warok ternyata saya bisa tahu lebih banyak tentang dunia blog engine. Dengan sharing, ngobrol -ngobrol sesama blogger membuat saya lebih enjoy. Kopi darat pertama kalinya blogger warok pada saat itu dilaksanakan Selasa, 29 Juli 2008 bertempat di angkringan jagung bakar alon-alon Ponorogo. dan setelah beberapa kali mengadakan kopdar alias kopi darat, akhirnya komunitas blogger warok memberanikan diri untuk melhounchingnya pada tanggal 16 agustus 2008 yang diadakan di SMP N 1 jetis Ponorogo.
Legenda Gunung Bayangkaki dan asal mula petilasan kumbul di Desa Sawoo
Cerita ini adalah cerita asal-usul gunung bayangkaki dan petilasan Kumbul yang ada di kecamatan Sawoo Ponorogo yang saya kutip dari sebuah buku yang berjudul “Mengenal Potensi dan Dinamika Ponorogo” 1993, dan gambar saya ambil dari google earth yang tampak dari atas. Semoga cerita ini dapat menambah wawasan kita tentang sejarah asal-usul suatu daerah dan tempat. Selamat membaca.”
Alkisah, seorang pengembara bernama Eyang Kalipo Kusumo dari keraton Kartasura mengadakan perjalanan ke wilayah timur, disertai beberapa orang pengikutnya. Setelah beberapa saat mengembara di wilayah timur, beliau timbul hasrat untu melaksanakan semedi di wilayah pegunungan. Dari sekian banyak gunung yang berada di wilayah timur, Eyang Kalipo Kusumo tertarik dengan sebentuk gunung yang agak aneh. Yakni, bentuknya selalu jika dilihat dari sudut pandang yang berlainan. Maka berangkatlah Eyang Kalipo Kusumo bersama pengikutnya ke gunung tersebut.
Di suatu tempat, Kalipo Kusumo beristirahat. Sesekali lagi beliau memandang gunung itu, namun kali ini dengan pandangan yang tajam (mandeng, bahasa jawa). Dari peristiwa tersebut, tempat beristirahat itu kemudian diberi nama Ngindeng, yang kini dikenal dengan nama DESA NGINDENG.

Gunung bayangkaki tampak dari atas
Setelah beristirahat sejenak, Kalipo Kusumo meneruskan perjalanan mendaki gunung. Namun belum sampai tujuan, beliau tidak kuat lagi berjalan. Oleh ketiga pengikutnya, yakni Hadi Ronggo, Hadi Mulyo dan Hadi Dumeling, Kalipo Kusumo pun dibayang (digotong) menuju ke sebuah gua dilereng gunung. Di gua itulah Kalipo Kusumo melaksanakan semedinya, dan sekaligus menghabiskan sisa umurnya. Pada ketiga orang pengikutnya, Kalipo Kusumo berpesan, agar kelak dimakamkan di puncak gunung tersebut. Ketika kalipo Kusumo wafat, ketiga orang pengikutnya lalu menuruti wasiat terakhir gurunya. Perjalanan membawa jenazah Kalipo Kusumo itu cukup berat. Dengan kondisi jalan setapak dan lereng yang terjal, mereka membawa jenazah dengan cara dibayang antara kakai dan kepala jenazah. Dan peristiwa tersebut gunung itu kemudian diberi nama GUNUNG BAYANGKAKI.







Recent Comments