Archive

Posts Tagged ‘sawoo’

Gathering PonorogoZone

September 6th, 2009 40 comments

Pada Hari sabtu tepatnya tanggal 5 september keluarga forum Ponorogo zone mengadakan gathering yang ke sembilan, bertempat di rumah makan jalan jaksa agung Ponorogo. Acara yang dihadiri sekitar 50 member Ponorogo Zone tersebut berjalan cukup ganyeng dengan menu buka puasa ayam bakar. Pada acara tersebut dari teman-teman komunitas blogger warok Kotareyog.com juga hadir Yuda, Dawam, Rosi, dafhy, Titin, Meyla, Nuruli, dan Olip.

pada kesempatan tersebut juga diadakan pemotongan tumpeng sebagai tasyakuran bahwa member Ponorogo Zone genap ke seribu, wow sungguh luar biasa. Mas Pardi sebagai admin Ponorogo Zone juga menjelaskan cerita dari mulai berdirinya, hingga perjalanan serta lika-liku Ponorogo zone. Semoga Forum terbesar di Ponorogo ini dapat memberikan andil dalam membangun Kota tercinta Ponorogo dalam segala aspek, terutama sebagai wadah tali silaturahmi warga Ponorogo dimanapun berada.

Read more…

Categories: Gathering Tags: , ,

Legenda Gunung Bayangkaki dan asal mula petilasan kumbul di Desa Sawoo

April 17th, 2009 29 comments

Cerita ini adalah cerita asal-usul gunung bayangkaki dan petilasan Kumbul yang ada di kecamatan Sawoo Ponorogo yang saya kutip dari sebuah buku yang berjudul  “Mengenal Potensi dan Dinamika Ponorogo” 1993, dan gambar saya ambil dari google earth yang tampak dari atas. Semoga cerita ini dapat menambah wawasan kita tentang sejarah asal-usul suatu daerah dan tempat. Selamat membaca.”

Alkisah, seorang pengembara bernama Eyang Kalipo Kusumo dari keraton Kartasura mengadakan perjalanan ke wilayah timur, disertai beberapa orang pengikutnya. Setelah beberapa saat mengembara di wilayah timur, beliau timbul hasrat untu melaksanakan semedi di wilayah pegunungan. Dari sekian banyak gunung yang berada di wilayah timur, Eyang Kalipo Kusumo tertarik dengan sebentuk gunung yang agak aneh. Yakni, bentuknya selalu jika dilihat dari sudut pandang yang berlainan. Maka berangkatlah Eyang Kalipo Kusumo bersama pengikutnya ke gunung tersebut.

Di suatu tempat, Kalipo Kusumo beristirahat. Sesekali lagi beliau memandang gunung itu, namun kali ini dengan pandangan yang tajam (mandeng, bahasa jawa). Dari peristiwa tersebut, tempat beristirahat itu kemudian diberi nama Ngindeng, yang kini dikenal dengan nama DESA NGINDENG.

Gunung bayangkaki tampak dari atas

Gunung bayangkaki tampak dari atas

Setelah beristirahat sejenak, Kalipo Kusumo meneruskan perjalanan mendaki gunung. Namun belum sampai tujuan, beliau tidak kuat lagi berjalan. Oleh ketiga pengikutnya, yakni Hadi Ronggo, Hadi Mulyo dan Hadi Dumeling, Kalipo Kusumo pun dibayang (digotong) menuju ke sebuah gua dilereng gunung. Di gua itulah Kalipo Kusumo melaksanakan semedinya, dan sekaligus menghabiskan sisa umurnya. Pada ketiga orang pengikutnya, Kalipo Kusumo berpesan, agar kelak dimakamkan di puncak gunung tersebut. Ketika kalipo Kusumo wafat, ketiga orang pengikutnya lalu menuruti wasiat terakhir gurunya. Perjalanan membawa jenazah Kalipo Kusumo itu cukup berat. Dengan kondisi jalan setapak dan lereng yang terjal, mereka membawa jenazah dengan cara dibayang antara kakai dan kepala jenazah. Dan peristiwa tersebut gunung itu kemudian diberi nama GUNUNG BAYANGKAKI.

Read more…

Pesona air terjun tumpuk sawoo

March 21st, 2009 24 comments

Suatu senja sore dan tanpa direncanakan sebelumnya, dan dari pada bengong dirumah, maka saya dan teman saya mencoba keliling lagi karena sudah lama tidak mengadakan penjelajahan, khususnya daerah Ponorogo dan sekitarnya. Yup, bertempat di Desa Tumpuk Kecamatan sawoo Ponorogo, yang tepatnya desa sebelum perbatasan Ponorogo-trenggalek, saya mencoba mencari suatu tempat untuk hanya sekedar foto-foto untuk narsis. Ya sebelumnya saya juga tidak tahu akan kemana tujuannya, tapi setelah mengamati dari jalan raya Ponorogo-Trenggalek (pandangan saya arahkan ke suatu lembah). dan saya pun menuju ketempat tersebut. Dan ternyata benar saja, saya dapat menikmati pemandangan yang luar biasa dibawah jembatan yang akan menuju desa tersebut.

Batu-batu besar, kelokan-kelokan air yang terbentuk  proses alam, jernihnya air yang segar, menghiasi proses pengambilan gambar. Dan kalau saya bisa berkata, ini adalah seperti water boom alami, karena bentuk aliran diatas batu cadas yang halus bekelok-kelok. Aliran air disungai yang namanya sendiri kurang tahu namanya ini membentuk air terjun tiga tingkat yang rta tingginya sekitar 4 sampai 7 meter, dan setiap tingkat mempunyai kolam besar yang dalam dibawah jatuhnya air tersebut. Dan inilah dokumentasinya :

Read more…