Carut marut hukum dinegeri hukum
Setiap kali saya menyalakan TV dilaptop, saya selalu mencari chanel dimana ada sebuah liputan berita. Ya berita, entah itu berita tentang
hiburan, politik atau apapun itu. Mungkin semua orang sudah mulai jengah setiap berita menyangka liputan tentang carut marutnya hukum di negeri hukum ini. Dimulai dari kasus yang menyangkut kasus pimpinan KPK karena tersandung hukum gara-gara rebutan selangkangan, hingga kasus kapuk dan semangka.
Lihat saja sekarang, dimana para koruptor itu sekarang?, dipenjarakah?, atau sedang berlibur dengan seprei yang terbuat dari gulungan uang?. Lalu coba mari kita bandingkan dengan kisah kasus semangka dan kapas, mengambil kapas yang nilainya tak lebih dari beberapa uang ribuan harus dijebloskan dipenjara. Ya beginilah nasib rakyat kecil, sudah kecil, dikucilkan dalam hukum, malah seakan para penegak keadilan tidak melihat, mengapa mereka melakukan itu semua?. Apakah mereka tidak melihat rumahnya yang terbuat dari kayu-kayu yang reyot?, apakah mereka tidak melihat anak-anaknya sekolah sampai kelas berapa?, jangankan melihat sekolah, apakah anak-anak mereka pernah minum susu dalam sebulan?.
Memang uang sangat berkuasa. Uang adalah raja, uang bisa bicara dimana saja. bahkan hukumpun bisa dibeli dengan uang. Saya sebagai seorang blogger juga menjadi hijau jika melihat dollar, itu adalah wajar. Lalu apakah negara tidak bisa membayar gaji para penegak hukumnya agar tidak menerima uang suap sepeserpun dari kasus-kasus yang ditanganinnya?. Kenyataannya sekarang sebagai contoh banyak para guru yang mencari uang dari pekerjaan pokoknya yaitu mengajar hanya untuk menutupi kekurangan biaya hidup dari gaji pokok, dan ini seharusnya mereka bisa fokus mengajar tanpa bingung memikirkan kehidupan anak istri.
Skandal Bank Century sekarang mencuat keatas, bagi saya kasus seperti bank century itu sangat membingungkan, mungkin bisa saja bukan hanya saya yang merasa bingung tentang bank tersebut. Mungkin hanya orang-orang yang paling top dalam pemerintahan negeri ini yang bisa tahu. Dimedia sering membahas tentang kemana larinya dana talangan itu?, hingga ada sebuah tim-tim dinegeri ini, mulai dari tim 8 hingga tim 9. Lalu pertanyaanya apakan nanti akan ada lagi tim 10, tim 11 dan seterusnya?.







Recent Comments