Kisah sepetak tanah
Saya adalah sepetak tanah yang bertempat dikota besar yang dihimpit oleh gedung-gedung tinggi. Tidak banyak yang menempati saya kecuali rumput-rumput hijau serta ilalang yang tumbuh karena suka padaku, dan memang hanya pada dirikulah mereka bisa tersenyum bahagia, karena tidak ada tempat lain untuk tumbuh. Tanah disekitarku sudah hampir tertutup oleh adonan semen semua, sehingga hanya dirikulah yang saat ini bisa memberikan kehidupan kepada para pembuat oksigen ini
.
Tuanku sendiri sudah lama meninggalkanku. meninggalkan untuk bersama rumah besarnya dikota lain. Letakku sebenarnya tidak terlalu strategis, tapi karena aku berada dikota, maka tiap hari banyak orang yang lewat disampingku. Berangkat bekerja, kuliyah, berdagang kepasar dan lain-lain. Sehingga tidak heran jika tiang listrik yang tertancap padaku, banyak dipasangi poster dan banner kecil-kecil untuk promosi barang. Aku pernah bertanya pada tiang listrik tersebut, “Hey tiang listrik, kamu sekarang punya dua profesi ya?, wah… makin laris dunk
” , dan si tiang listrik menjawab, “Laris apanya, poster dan banner yang menempel padaku, mereka seperti tumbuhan liar yang mengotori tubuhku, dan itupun tidak ada yang memberi bayaran
“.
Aku pun terdiam dan merenung. Benar juga kata tiang listrik. Selama ini tanah diperkotaan kalau ditinggal oleh yang punya, sering digunakan sebagai tempat membuang sampah. Jadi mana yang lebih baik?, apakah kotor karena banyak kertas banner dan poster yang sampai menutupi badanku atau bau sampah rumah tangga?
.
Sebenarnya aku bisa laku ratusan juta atau bahkan milyaran permeter bila tuanku menjualku. dengan SHM nya, apalagi dengan daya tariku yang terletak ditempat yang strategis ini. tapi mungkin tuanku sudah senang dengan gelimangan harta yang telah dimilikinya. Tapi tuanku masih sayang padaku, ungkapan itu diwujudkan dengan memberiku papan yang terbuat dari kayu dan bertulis “Dilarang buang sampah dilokasi ini“. Sedikit lega rasanya, meski hanya sebuah papan yang tak berarti, tapi dengan papan itu aku bisa sedikit lega dari bau sampah yang dibuang padaku.

karena mereka bisa mengindeks isi seluruh website, termasuk berbagai tipe file, seperti Adobe acrobat (PDF), dokumen microsoft office, file audio/vedio, dan bahkan metadata spesifik. Metadata merupakan informasi terstruktur yang diberikan pemilik website yang sedang diperiksa crawler. Crawler ini kemudian mengirimkan data yang ditemukan kedalam database besar yang disebut 






Recent Comments