Archive

Posts Tagged ‘suka’

Suka duka jualan online

July 30th, 2011 25 comments

Sudah beberapa bulan terakhir ini, saya mencoba mencari solusi lain selain menjadi online publisher, yaitu mencoba menjadi online seller. Ya karena menjadi online publisher selalu berhadapan dengan kuatnya terpaan badai google yang sulit diterka, kadang hempasanya begitu sangat menyakitkan. Sehingga sayapun mencoba cari pemasukan lain yakni menjual barang secara online.

Banyak cerita, banyak pengalaman selama menjalankannya, dan dalam postingan ini saya mencoba berbagi cerita dan uneg-uneg. Ok kita mulai dari positifnya :

Sukanya :

  • Persaingan lebih sedikit, bukan tidak ada saingan ketika kita berjualan barang secara online. hanya saja kita tidak perlu capek-capek ke tukang sablon buat cetak banner yang di pasang diperempatan, kita tinggal memainkan jurus SEOnya saja, dan memenangkan keyword dari kompetitor kita.
  • Negara ini luas, persebaran barang yang dibutuhkan di setiap daerah belum merata. Apalagi daerah terpencil yang jauh dari perkotaan. Nah disini kita bisa memainkan harga (bukan berarti membuat harga seenaknya, tapi sewajarnya saja). dengan harga yang masih wajar, yakinlah meski barang kita mahal sedikit dari kompetitor kita pasti akan tetap dikejar calon pembeli.
  • Biaya operasional lumayan terjangkau. Bila usaha masih kecil-kecilan, kita tidak perlu menyewa orang lain untuk menjaga toko online kita. Cukup menunggu depan monitor dan menunggu dering HP.
  • Sambil jualan sambil menambah relasi. Semakin banyak customer, maka semakin banyak kenalan. Apalagi barang yang kita julan adalah barang yang merupakan barang koleksi atau peralatan penunjang hobi.

Dukanya :

  • Kalau sistem transaksinya masih memakain SMS, konsumen banyak tanya. pulsa boros, beli barang satu biji tanya jawabnya satu meter lebih :D
  • Harus sabar memberi pengertian. Kadang calon pembeli itu ragu, takut, kalau ditipu. itu memang sudah hal wajar dalam dunia jual beli online, cari kesepakatan yang sama-sama menguntungkan.
  • Dituduh menipu, dengan alasan barang yang dipesan tidak kunjung tiba ke tangan pembeli. Sebenarnya buka menipu, tapi barang yang dikirim masih dijalan, entah macet, atau kurirnya ada halangan dijalan, ataupun terselip di kantor jasa pengiriman.
  • salah hitung ongkos kirim. Pernah saya alami, untungnya cuma seribu dua ribu. Jadi harus teliti menentukan ongkos kirim biar tidak rugi.
  • Hanya dapat OMDO, yaitu omong doang, jadi begini. si calon pembeli cuma bilang kalau pesan barang ini itu, setelah ditotal dan di beri kesepakatan harga dan paket sudah siap dikirim, eh ternyata tidak bayar-bayar. Untung barang belum dikirim.

Ya itulah sedikit gambaran bagaimana suka duka yang saya rasakan ketika menjalankan jualan barang secara online. Ya mungkin dari pengalaman diatas bisa dijadikan kesimpulan tips bagaimana menjalan usaha berjualan barang secara online.

Read more…

Like facebook, kekuatan sebuah jempol

April 19th, 2011 12 comments

Coba kita adakan survei kecil-kecilan kebeberapa orang pengguna internet, kita tanya “ketika buka internet yang pertama kali di buka email atau facebook?”, pasti saya jamin facebook. Mungkin buka email hanya saat buat register facebook buat konfirmasi :lol: . Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa facebook seperti layaknya darahnya manusia yang selalu mengalir, begitu juga arus informasi yang berjalan di facebook juga sangat luar biasa cepatnya.

Entah itu dari status sekedar kata “ach…”, sampai status curhatan yang panjang lebar selalu menghiasi wall facebook kita. Kadang kita malas balas status meskipun status tersebut mulai nilai bobot lebih, mungkin kata-kata bijak, berupa fakta, ataupun lainnya kita hanya pencet tombol tulisan suka atau like di bawah status, kemudian akan keluar gambar jempol. ya ini merupakan salah satu apresiasi terhadap pembuat statusnya.

kadang kala saya juga pernah dengar, bahwa ada lomba banyak-banyakan like, dalam hati saya berkata “wah lomba apaan ini hehe”, tapi tidak ada salahnya juga :) . “like” pada facebook menurut saya memang sangat fenomenal. What?!, kenapa fenomenal?, ya karena dari sebuak klik “like” terutama yang ada di sebuah fans page, karena bisa memperluas dan mempercepat laju informasi. pandangan “like” facebook menurut saya :

  • Sebagai tanda suka kita terhadap suatu status, karena statusnya berisi kata-kata atau kalimat yang patut di acungi jempol.
  • Sebagai pengejek, kenapa begitu?, jika kita klik tombol like di status seseorang saya rasa bukan jempol keatas yang di berikan, tapi malah seakan-akan kita memberikan jempol terbalik, ketika memberikan “like” pada status seseorang yang isinya sedang terkena musibah.
  • Sebagai penggalang massa, masih ingat tentang gerakan sejuta facebooker dukung KPK dulu?, ya itu adalah salah satu contohnya bagaimana kekuatan “like” bisa menggalang massa yang luar biasa banyaknya.
  • Sebagai tanda ke-artisan kita :mrgreen: , kalau kita bikin fans page pribadi dan ternyata banyak yang tekan tombol “like”, berarti kita punya fans banyak. (siapkan pena buat tanda tangan)
  • Sebagai penyebar informasi, ketika kita browsing mencari informasi tertentu dan kemudian menemukan di suatu website, kemudian pada awal artikel atau akhir artikel disediakan tanda jempol, jika kita klik tombol tersebut maka secara otomatis artikel yang kita baca barusan akan ter-share pada profil facebook.

Itulah “like” versi saya, mungkin anda mau menambahkan lagi? :) , intinya jempol ini memang buka sekedar isapan jempol belaka, tergantung pemakaian hehe. yang penting jempol kaki tidak cantengan :lol: .