Pondok pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Indonesia
Tulisan ini saya tulis ulang dari diktat khutbatul iftitah 2005 PPWS, dan semoga bisa menjadi obat rindu teman-teman alumni PPWS yang ada diseluruh Indonesia dan segala penjuru dunia, terima kasih kepada para assatidz dan assatidzad, teman-teman seperjuangan, kakak-kakak kelas saya, adik-adik kelas saya.
PONDOK PESANTREN
Pondok pesantren”Wali Songo” adalah Pondok Pesantren modern, sekalipun modern, namun tetap pondok pesantren
RIWAYAT MENGAPA DINAMAKAN PONDOK PESANTREN

Menurut riwayat, mula-mula seorang kyai, kemudian datang beberapa orang santri yang ingin mengeyam (belajar) ilmu pengetahuan dari kyai tadi. Semakin hari semakin banyak santri yang datang, akhirnya tak dapat lagi mereka tinggal di rumah itu. Sehinggga timbul inisiatif untuk mendirikan pondok-pondok atau kombongan atau dangau di sekitar masjid dan sekitar rumah kyai tadi. Itulah alasannya dinamakan pondok pesantren.
Jadi yang membuat pondok-pondok itu adalah santri-santri sendiri, bukan kyai yang mendirikan. Kalau membuat pondok (bangunan) dulu, pasang advertensi/iklan cari murid ini namanya hotel yang dicari-cari penghuni. Hotel disewakan, penghuni membayar sewanya, sesudah itu berhak tinggal seenaknya. Dan terkadang kalau kotor panggil jongosnya untuk membersihkan.
PONDOK PESANTREN BUKAN HOTEL

Pondok pesantren bukan hotel. Ia kepunyaan bersama. Kepunyaan bersama lantas boleh dibagi, masing-masing boleh mengambil yang dimaunya, tidak! setiap datang santri baru berarti tambah satu orang anggota yang turut bertanggung jawab terhadap keberesan pondok pesantren itu. Pembayaran yang diberikan itu hanya sebagai iuran (iuran pondok atau sekolah) bukan berarti sewa atau upah.
Dan dengan uang itulah kita gunakan untuk kepentingan dalam pondok pesantren, seperti memperbaiki pondok-pondok yang telah didirikan kakak-kakak dan santri-santri terdahulu. Itulah “self berdruping system” namanya, sama-sama membayar iuran, sama-sama memakai.







Recent Comments