Terima kasih ibu

Hujan kuingatkan aku tentang satu rindu
dimasa yang lalu saat mimpi masih indah bersamamu
terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih
terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan
kau ibu…….

Itulah penggalan syair dari lagu Opick berjudul satu rindu yang begitu menggetarkan hati dikala saya mendengarkan direlung-relung sepinya kamar. dalam postingan kali ini saya akan lebih banyak tentang diary. berkaitan pada tanggal 22 desember adalah peringantan hari ibu. Yup mungkin hanya sebagai renungan saja, apakah kita sudah berbakti kepada kedua orang tua kita, khususnya ibu. Emm.. yup benar sekali dengan apa kata pepatah “surga terletak dibawah kaki ibu“.

Syukur alhamdulilah saya bisa seperti ini berkat orang tua, khususnya ibu, kasih sayang, disekolahkan, dididik, tak kurang apapun. Sudah sepantasnyalah kita berbakti pada beliau. tak muluk-muluk cita-cita beliau, saya harus lebih baik dari beliau, yup itu saja ketika berbincang-bincang dengan kerabat.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (Al-Ahqaaf 46).

Terima kasih ibu. Engkau lentera hidupku.

21 thoughts on “Terima kasih ibu”

  1. sungguh tak ternilai jasa dan pengirbanan seorang ibu terhadap anaknya. yang lebih luar biasa, seorang ibu tak pernah mengharapkan balas jasa dari sang anak. hanya malin kundang saja yang mengingkari makna kasih sayang seorang ibu. selamat hari ibu!

Leave a Reply