UU ITE gagal sama dengan kejahatan merajalela

Ya memang undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) masih dalam perbincangan hangat dibanyak kalangan. Ya undang-undang ini ibarat sebuah tameng dari segala kejahatan cyber, untuk memayungi secara hukum para pembuat software, program, karya-karya yang dibuat oleh seseorang dari pembajakan ataupun disalah gunakan. Dan menurut yang saya kutip dari salah satu situs berita, bapak M Nuh, menteri komonikasi dan informasi pada sela-sela aktivitasnya juga mengomentari hal hal ini. Berikut kutipannya :

Jika ada yang menolak pasal pencemaran nama baik, maka mari kita lakukan pencemaran nama baik melalui postingan. Kalau ada yang menolak pasal asusila, mari kita posting gambar asusila bersama-sama. Silakan saja jika hal ini dianggap bukan kejahatan

Oleh karena itu, undang-undang ITE kita perlukan sebagai alat pengawasan agar masyarakat lebih bertanggung jawab, bukan untuk mengekang kebebasan berekspresi

Ya menurut saya betul apa yang dikatakan bapak menteri, UU ITE adalah sebagai alat agar masyarakat lebih bertanggung jawab pada setiap aktivitasnya dalam rimba maya ini, seperti pada tulisan saya kemarin masalah anonimitas sesorang dalam berinteraksi, bermasyarakat, bersosialisasi dalam internet.

Jadi bagaimana menurut sobat semua?…..

Referensi : UU ITE

18 thoughts on “UU ITE gagal sama dengan kejahatan merajalela”

  1. Kehadiran UU ITE memang sudah dirasakan perlu mengingat makin beragamnya aktivitas berinternet masyarakat Indonesia. Tapi seandainya UU ITE sudah siap sekarang ini lalu apakah para manusianya sudah bisa menerapkan UU ITE tersebut?

    Masalah yang ada sekarang ini adalah kurangnya sumber daya terutama pada para penegak hukum soal perkara di dunia maya. Belum ada pelatihan atau pemahaman yang komprehensif kepada semua jajaran penegak hukum mulai dari kejaksaan , kepolisian, kehakiman, dll.

    UU ITE akan menjadi sia-sia saja manakala pelaksana di lapangannya tidak memahami betul dunia maya dan seluk beluk di dalamnya. Kita ambil contoh saja kasus yang kemarin ramai yaitu blog berbahasa Indonesia yang menghina Nabi Muhammad Saw., janji Kapolri katanya akan segera menangkap si pembuatnya tapi sampai sekarang belum terdengar hasilnya seperti apa. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

    Buat Undang-Undangnya, ajari dan bina para penegaknya dan didik para penggunanya kalau memang ingin menciptakan iklim dunia maya yang sehat dan kondusif.

    Jafar Soddik’s last blog post..Jika saja bisa menahan diri tentu engga akan ribet urusannya

Leave a Reply